Minggu, 05 Februari 2012

Modal Sendiri

Dengan Modal Sendiri, mencoba untuk mencari penghidupan yang lebih baik untuk keluarga dan anak - anakku. Setelah di PHK dari sebuah perusahaan di jakarta, diputuskan untuk pulang kampung. Tentunya setelah berunding dengan istri tercinta dan anak- anak. Meninggalkan rumah kami, hasil jerih-payah beberapa tahun bekerja meskipun hanya berupa rumah kecil di
sebuah perumahan terpencil di Rengas Dengklok.

Berbekal sedikit modal yang kami miliki dari menjual barang pribadi, kami memulai usaha baru di kampung. Sebuah usaha baru yang dapat kami lakukan berbekal ketrampilan yang dimiliki oleh istri tercinta, Kami berdagang roti. Kami memulai usaha menjual roti ini dengan rasa berbesar hati, menyadari bahwa berjualan di tempat yang baru membutuhkan pengenalan dan penyesuaian. Ternyata kebutuhan yang harus kami cari lebih banyak dari yang diperkirakan, maka kami mencari solusi usaha yang lebih prospektif. Usaha menjual roti akhirnya kami tutup karena setelah berjalan selama beberapa bulan tak mengalami kemajuan.

Setelah beberapa minggu menganggur, kami mulai memikirkan untuk memulai usaha baru yang lebih prospektif dan lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Sebuah peluang usaha itu akhirnya kami dapatkan, Kami membuka sebuah usaha Depot Air Minum Isi Ulang. Dengan menggunakan modal dari pinjaman Bank sebesar 20 juta rupiah, kami membeli peralatan untuk membuat etalase dan perlengkapan lainnya. Untuk tempat usaha, kami memanfaatkan bagian depan rumah dengan melakukan perombakan seperlunya agar tidak terlalu banyak mengeluarkan modal. Kami memberi nama " DAMIU LQUA", Depo Air Isi Ulang.

Persaingan usaha di bidang usaha ini sangat ketat, mengingat jumlah Depot air minum isi ulang di daerah kami cukup banyak. Bukan menjadi halangan untuk kami, karena tanggungjawab terhadap keluarga dan untuk mengembalikan pinjaman bank, Usaha ini tak terasa telah berjalan selama tiga tahun. Kondisi keuangan kami mulai membaik, bersamaan dengan itu anak kami yang ke-4 telah lahir. Bayi mungil yang menjadi semangat kami untuk tetap berusaha menjalankan usaha Depot Air Isi Ulang ini dengan penuh semangat dan ikhlas.

Usaha kami mengalami peningkatan pendapatan, seiring dengan semakin bertambahnya jumlah konsumen. Untuk menunjang kelancaran pengiriman pesanan air isi ulang, kami membeli kendaraan roda tiga dengan kondisi baru, tentu saja kami membelinya dengan fasilitas pinjaman dari bank. Pengajuan kredit bank yang disetujui sejumlah 45 juta rupiah, dengan asumsi kemampuan pengembalian pinjaman 1,9 juta / bulan selama 3 tahun. Harga kendaraan roda tiga ( VIAR ) sebesar 17,7 juta, sedang sisanya untuk melunasi hutang kami yang pertama sebesar 9 juta dan untuk membeli kendaraan pribadi sebagai uang muka sebesar 2 juta. Sisa modal yang ada kami masukkan kembali ke rekening kami di bank dimana kami mendapatkan pinjaman.

Penghasilan kami selama 1 bulan menjalankan usaha ini diperkirakan secara pasti mencapai 4,5 juta rupiah; cukup untuk menghidupi keluarga, menyekolahkan anak- anak dan membayar cicilan bank tiap bulannya. Kami patut bersyukur karena keputusan untuk pindah ke kampung adalah pilihan yang tepat, saat ini kehidupan kami telah menjadi lebih baik dibanding jika tetap bertahan di kota. Jika dibandingkan secara jujur, ternyata penghasilan kami di kampung lebih besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar